Calon Guru…..Calon Pengangguran

Setelah merenungi kata-kata Pa Ersis yang merupakan dosen saya akhirnya saya jadi takut menjadi seorang “ pengangguran “. Semua itu dikarenakan Fakultas yang haus mahasiswa padahal sudah ada beribu-ribu mahasiswa yang kuliah di FKIP UNLAM. Tapi tidak sepenuhnya salah Fakultas sech, memang peminat jadi guru memang banyak.
Mungkin awalnya dari berita dimana-mana yang menyebutkan lapangan pekerjaan yang paling dicari adalah tenaga guru dan tenaga kesehatan. Maka akhirnya banyak orang berpikir termasuk saya ingin jadi guru saja biar bisa enak cari pekerjaan dan banyak peluang besar jadi PNS. Wajar lah nama nya juga cita-cita….tidak ada yang salah dengan cita-cita….

Akhirnya demi mengejar itu, setelah lulus SMA saya memilih kuliah di FKIP jurusan Sejarah. Setelah beberapa semester saya menjalani ternyata peminat jadi Guru semakin menjibun sampai-sampai parkiran kendaraan saja tidak muat….jadi nya capeee deeech..🙄

Suatu hari saya baru tersadar bahwa cita-cita saya untuk bisa bekerja dan memenuhi permintaan ortu untuk memperbaiki nasib agar lebih baik dari mereka jauh dari kenyataan….”jadi sedih”…..karna banyak nya peminat FKIP ditambah kurikulum pendidikan sekarang yang membingugkan membuat saya jadi salah satu “ calon penganguran”. Bayangkan saja pelajaran IPS sekarang menjadi IPS TERPADU yang memuat pelajaran Sejarah, Geografi , Ekonomi, dan Sosiologi. Semua pelajaran itu dapat diajarkan oleh satu guru saja sedangkan satu sekolahan hanya cukup diisi oleh 3 atau 4 guru IPS saja. Sedangkan calon guru IPS di FKIP berjibun ditambah lagi kuliah jalur mandiri yang lagi gencar-genjar nya dibuka Falkutas. Jadi di taruh di mana lulusan FKIP nanti nya????? Jadi teringat kata pa Ersis “ Memangya tiap tahun pemerintah mendirikan seratus sekolahan”…….

Jangankan jadi PNS…lulusan FKIP yang ada dikampung saya saja banyak yang jadi sarjana Spd penganguran. Mencari pekerjaan honorer saja sulitnya minta ampun. Hal ini dikarenakan masalah Sertifikasi guru yang menjanjikan gaji 2x lipat bagi guru yang layak dengan memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan pemerintah salah satu nya mempunyai jam mengajar yang cukup. Karna hal ini lah guru-guru yang sudah jadi PNS mencari jam tambahan di sekolahan lain jadinya tenaga guru honorer tidak diperlukan lagi. Naaaaah ….jadi mau gimana lagi kalau sudah begini???!

Apa pemerintah,fakultas dan semua orang yang terkait dalam hal ini memperhitungkan hal seperti ini. Apakah Sarjana kami nantinya akan sia-sia padahal tidak sedikit biaya yang dikeluarkan. Mungkin saja ada orang tua yang menjual harta nya untuk membiayai anaknya kuliah yang berharaf nantinya dapat memperbaiki nasib keluarga..

Apakah nantinya CALON GURU……CALON PENGANGGURAN…….
Semoga saja nasib saya lebih baik…kasian kelurga saya dan semua orang yang
Telah mendukung saya selama ini….amiiiieeeeeen….
Mohon doanya bagi yang membaca…..

29 Tanggapan so far »

  1. 1

    Anton said,

    Sebenarnya kesalahan bukan pada Dunia pendidikan atau Fakultas yang kita masuki. Namun menurut analisis saya, kesalahan ada pada pemerintah sebagai pengayom masyarakat. Karena pemerintah telah mengabaikan UUD 1945 pasal 33 tentang perekonomian, Pemerintah telah menjual beberapa hak eksploitasi terutama dibidang pertambangan sehingga kebanyakan yang menggarap adalah luar negeri, sehingga tenaga kerja yang terserap juga dari luar negeri. Seandainya negara mau menggarap (bukan swasta) maka tenaga kerja Indonesia akan banyak terserap. Bukan begitu mia?

  2. 2

    winsolu said,

    “Setelah beberapa semester saya menjalani ternyata peminat jadi Guru semakin menjibun sampai-sampai parkiran kendaraan saja tidak muat….jadi nya capeee deeech..” sama mbk😦 … anda ingin lebih tahu tentang pendidikan, info update di warnadunia pendidikan

  3. 3

    Anton said,

    waduh lupa…..di kandangan di mana sih? Dekat mana? Kali aja bisa gabung di komunitas Blogger Pahuluan.

  4. 4

    Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, game online & kamus online untuk para netter Indonesia. Salam blogger!
    http://pendidikan.infogue.com/calon_guru_calon_pengangguran

  5. 5

    taufik79 said,

    Jadi guru itu mulia, minimal guru tuk diri sendiri.

  6. 6

    achoey said,

    Dik, semangat
    Kau pasti terlahir sebagai sosok yg berguna
    Pasti itu

  7. 7

    Jiwa Musik said,

    Amin.

    kebetulan saia dan instri dr keluarga guru. meskipun sulit, tapi mungkin sedikit bisa turut merasakan rasa cagur😦

    saia hanya bisa melihat ortu dan mertua, rasanya mereka mengalir saja dan alhamdulillah saia dan adik2 semua bisa katam sekolah meskipun mereka tak pernah ngobyek macam2. Tuhan tak pernah tidur, selama kita punya niat baik dan ikhtiar yang halal, insya Allah akan ada aja jalannya.
    Hueh…. apaan sih ni? ko tiba2 gw bisa berobah kayak da’i kesiangan gini ya??😕

  8. 8

    masedlolur said,

    saya guru swasta dan tidak pernah mendaftar menjadi guru non swasta
    tidak ada guru nganggur
    yang nganggur itu sarjana
    salam kenal

  9. 9

    hening said,

    setiap manusia… kalo berusaha… pasti diberikan jalan sama Tuhan… lulusan FKIP pun nggak cuma bisa jadi guru…. masih banyak lap pekerjaan lain…. kalo gak ketrima, kenapa gak buka lapangan kerja saja? saya juga calon guru, belum lulus tapi saya sangat optimis… sekali lagi, masih banyak lapangan kerja lain kalo mo berusaha… tetep semangat!!

  10. 10

    fathonim said,

    saya adalah lelaki lulusan FKIP bahasa dan sastra Indonesia tahun 2007 sampai sekarang diantara teman2 saya yang sudah lulus sarjana cuma saya yang belum pernah mengajar menjadi guru..tapi saya tetap nyantai ja cuuy….coz mungkin rejeki kali ya..saya skrng bekerja di bidang perbisnisan…yg gaji nya lumyan laa…..

    jadi saya menyimpulkan wlupun tamatan S.Pd. tidak mesti kita harus menjadi guru toh masih ada pekerjaan laennya yg mungkin cocok untuk kita untuk tidak menjadi guru…ijazah S.Pd juga masih diterima kok di perusahaan yg menerima lowongan kerja kok…yakin dech..!!!

  11. 11

    wahai Guru, jangan bersedih…

  12. 12

    pakarfisika said,

    sepakat dengan masedlolur, setahu saya guru tidak ada yang nganggur…tapi senang anggur.🙂

  13. 13

    yayat said,

    menurut saya posisi menjadi guru jangan dijadikan patokan utama, pekerjaan khan bukan cuman jadi guru, bisa juga khan kita buka kursus ato ngajar les privat, yang penting halal en bermanfaat dunia dan akherat

    “Orang pintar yaitu orang yang bisa membuat orang lain menjadi lebih pintar”

  14. 14

    AL said,

    Semangaaaaaaaaaaattttt!!!

  15. 15

    bagdies said,

    gak semua ah. tau gak?? calon guru guru adalah seorang calon pahlawan yang akan membentuk moral dan kecerdasan para penerus bangsa.

  16. 17

    Murdha said,

    jangan khawatir rezeki engga ketuker…yang penting tetep jadi guru.
    to do good or to be good….

  17. 18

    shaleh said,

    Guru adalah pekerjaan mulia
    Namun sekarang jaman telah berubah orang, PNS bukanlah satu-satunya pekerjaan di dunia ini kalo tidak bisa jadi PNS berusahalah untuk jadi wirausahawati dengan berbekal ilmu di luar kampus. Maka itu kejarlah ilmu hingga di jalanan tidak terpaku pada kampus.

    Salam buat Pak Ersis ya

  18. 19

    ngomong2 soal calon, kita semua sebenarnya calon, baik itu calon dalam kategori baek atau sebaliknya, tapi yang jelas kita harus menjadi orb “ORang Bijak” dalam menghadapi problematika kehidupan. hehhehehehhe, ok
    success is my right

  19. 20

    ramanu said,

    Tulisan (mba, bu, ato neng ? ) ada benernya juga…
    tp yang namanya GURU, pasti di butuhkan orang . Tinggal bagaimana kita menyalurkan potensi kita. Paling tidak tuh ilmu untuk kita sendiri.
    Kemudian ada istilah : ” salambat- lambatnya guru tuh, pasti di angkat orang ja kainannya ” Neh ujar urang urang , tp kenyataan nya memang demikian, so optimis aja , walupun uang banyak dikeuarkan, walau waktu banyak disisihkan , kita harus ikhlas menghadapi apa yang terjadi di hari esok ( behhhh, kaya bubuhan pujangga toh neh kisahnya, he,he,he,) ( and yg jelas sekali i i i i i nih, si meeong tetap mengasihimu girl…)

    Salam..
    ramanu.wordpress.com

  20. 21

    tubagusencep said,

    Ada banyak cara untuk tetap bertahan dalam persaingan hidup ini, mengapa anda tidak mencari kekuatan yang ada pada anti, kembangkan dan dan raih kebetrhasilan. Bukankah kelemahan kita bisa kita jadikan kekuatan dalam hidup ini. ingat ga Tukul Re…Renaldi(empat mata) yang menciptakan kelemahannya menjadi sebuah kekuatan.

    salam bangga buat anda
    eibnuquesy.wordpress.com

  21. 22

    Banyak kehidupan toh yang tidak bertopang guru? Jadi gur OK, ngerjaian pekerjaan mulia lain juga OK

  22. 23

    Thomas said,

    Hmmhh,, gak tau harus bilang apa,, semoga kita semua selalu diberikan yang terbaik. Guru adalah pekerjaan yang sangat mulia,, tetap semangat.

  23. 24

    saidu said,

    bagaimanapun kita sudah terlanjur menjadi mahasiswa FKIP dan biaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit, so kita belajar j supaya cepat lulus dengan nilai yang baik dengan kita banyak membaca informasi dari internet/yang lain mungkin j kita bisa menemukan sebuah peluang usaha sehingga kita dapat mengajak saudara/teman kita dari FKIP untuk bisa mengembangkan usaha yang kita tekuni.skrng emng sulit pengn jd guru PNS tp rezeky dtng tdk hny lewt guru pns j kan???:)
    buktinya bapak sya yang petani bisa menghidupi anak istri beserta 3 anaknya dan yang paling hebat bisa menyekolahkan anaknya semua,
    jika kita mau berusaha dan berusaha dengan ikhlas Insya Allah pasti bisa,,
    Terpujilah kau wahai para guru,,,
    Hidup Guru!!!!!
    Semoga kita bisa menjadi manusia yang mandiri,sejahtera dan beragama
    Amiiiinnn,,,,,,,,,

  24. 26

    arizka maya sari said,

    aku pingin jadi guru
    tapi masih bingung mau ngambil di bidang study apa
    rencananya FKIP bahasa indonesia atau sejarah

    sebenernya lulusan FKIP di bidang apa sih yang banyak dicari atau yang banyak peluangnya?

  25. 27

    put said,

    semangat!!!🙂
    guru, kalo dalam falsafah jawa, “digugu lan ditiru”, dipatuhi dan diteladani…so…be a nice “guru”…dimanapun….ayo semangat bermanfaat…:)…yehaa!!!

  26. 28

    yosep said,

    guru itu ibaratnya kaya alat gong ketika salah pasti terdengar slahnya alat yang lainya tidak terdengar…..

  27. 29

    wandi said,

    sudah sudah !!


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: