Arsip untuk tugas

Mata Rantai Perak, Mata Rantai Baja Politik Pemaksaan atas Geografi

Batavia tumbuh menonjol di kepulauan pada periode 1650-1750 dengan cara yang sama seperti psat-pusat yang lebih awal seperti Sriwijaya dengan keunggulan politik simbolik yang mengikuti dominasi komersial. Namun demikian, sejak tahun 1800 Batavia atau Jakarta harus bertempur berat melawan kekuatan-kekuatan ekonomi pasar menghadapi pengaruh Singapura dan Penang. Pemaksaan perdagangan untuk menetapkan batas-batas politik kurang lebih luntur pada tahun 1940-an dan kemudian Republik Indnesia harus melakuka pertemuran berat yang lain untuk merenkontruksi kebijaksanaan serupa.
Baca entri selengkapnya »

Komentar (2) »

Hubungan Antarbangsa di daerah Jawa Tengah

Kota-kota pelabuhan pesisir utar Jawa Tengah merupakan tempat pertemuan para pedagang, baik dari dalam ataupun dari luar Indonesia. Ini kaitannya dengan salah satu ciri dari zaman baru dalam sejarah di kawasan Asia yaitu makin terlibatnya orang-orang di kawasan itu dengan peergaulan bangsa-bangsa lebih luas. Yang dimaksud adalah keterlibatan mereka dengan bangsa-bangsa pendatang dari Eropa. Sejak itulah pelaut-pelaut Eropa mulai terlibat secara langsung dalam pergaulan ekonomi dan sebagai dampaknya tidak dapat lepas pula kontak-kontak politik dan sosial budaya di daerah tersebut.

Demak sebagai kota Bandar niaga merupakan tempat pertukran barang khususnya Barang dagangan. Pada abad ke 16 Demak menjadi tempat penimbunan komoditi perdagangan padi yang berasal dari daeah-daerah pertanian disekitarnya. Maka inilah daya pikat utama mereka datang ke Jawa tengah, tetapi pelaut-pelaut Jawa lah yang menjadi pedagang keliling dan menguasai perairan Indonesia. Dengan perahu-perahu ramping buatan jepara mereka menjembatani pelabuhan Malaka dengan pelabuhan-pelabuhan di Maluku. Hubungan antarbangsa yang terjadi di Jawa Tengah juga memasukan agama Islam ke wilayah Indonesia Timur juga terjadi perkawinan antara pedagang asing yang singgah di Indonesia dengan warga asli. Baca entri selengkapnya »

Komentar (1) »

Rasionalitas Kebudayaan dan Sejarah Intelektual

Tan Malaka menulis sebuah traktat lengkap yang menulis sebuah traktat lengkap yang komprehensif tentang ideology yang dianut dan dibelanya. Tan Malaka adalah seorang yana sangat cerdas. Ide-ide dan pemikirannya sangat brilian. Nalar yang ia kembangkan jelas, sederhana dan sistemetis sesuai dengan filsafat materialismenya. Dalam tulisannya Tan Malaka memperlihatkan satu keyakinan yaitu paham politik yang kuat dan ideologi yang dianut luas. Sejak berdiri di atas epistemology politik yang dapat dipertanggung jawabkan sampai ke dasar yang sedalam-dalamnya , dan diuji konsukoensi nya sampai batas yang terjauh. Baca entri selengkapnya »

Komentar (1) »

Menyegarkan Kembali Pemahaman Islam

Banyak kesalahpahaman terhadap Islam di tengah masyarakat, karna itu, kesalahpahaman semacam itu perlu diluruskan, agar kita dapat kembali epada ajaran Islam secara murni dan bebas dari pengaruh lingkungan, pergaulan, atau adat istiadat rusak di tengah masyarakat sekuler sekarang. Memang jika kita konsisten dengan Islam kadang terasa amat berat apalagi di zaman sekarang ini. Apalagi dengan pernyataan wacana oleh Ulil Abshar Abdalla yang mengatakan mengatakan penafsiran syariat Islam yang kolot dan dogmatis dan juga syariat Islam hanya merupakan sehimpunan nilai-nilai pokok yang sifatnya abstrak dan universal.serta meragukan Al-Qur’an dan Hadis sebagai hasil akal manusia yang belum sempat terkatakan, apalagi dalam suatu kitab apapun. Baca entri selengkapnya »

Komentar (3) »

Menelusuri Setengah Abad Pemikiran Ekonomi Indonesia

Tulisan atau antologi ini menelusuri wacana tentang arah pembangunan ekonomi Indonesia sejak awal kemerdekaan sampai sekarang berdasarkan beberapa buku yang dijadikan lima buku.Seiring dengan zaman yang terus berkembang antologi ini melukiskan dinamika serta pergeseran wacana tentang pengelolaan perekonomian. Walaupun ekonomi Indonesia sempat ada dalam periode gelap.

Benang merah dalam buku dalam buku ini ternyata muncul bukan saja dalam segitiga pemikiran, kebijaksanaan, atau kinerja ekonomi dalam satu periode, melainkan juga lintas waktu. Ini bisa dilihat jika kelima buku ini dibaca secara utuh maupun secara rtematis. Banyak erjadi perdebatan hangat,khususnya yang bersifat normative, dalam satu zaman tak lepas dari perdebatan periode-periode sebelumnya. Sebagai ilustrasi wacana lintas waktu ini adalah perdebatan tentang liberalisme dan peran Negara ( dan swasta) dalam perekonomian. Selain itu dapat dilihat pada masalah-maslah kebijakan tentang beras dan bensin yang ternyata sudah ada sejak periode orde baru hingga sebelum krisis. Baca entri selengkapnya »

Komentar (2) »

UPACARA MANDI HAMIL PADA KEBUDAYAAN BANJAR

Berbagai upacara mandi yang sering kita dengar dimasyarakat ialah upacara mandi menjelang kawin pertama kali, upacara mandi bagi seorang wanita yang pertama kali hamil, berbagai upacara mandi sebaagi cara penyembuhan, dan mandi sebagai salah satu syarat atau bentuk amalan.

Tidak semua wanita yang hamil pertama kali harus menjalani upacara mandi. Konon yang harus menjalaninya ialah yang keturunannya secara turun temurun memang harus menjalaninya. Pada upacara mandi hamil, mungkin si calon ibu sebenarnya bukan tergolong yang wajib menjalaninya, tetapi konon bayi yang dikandungnya mungkin mengharuskannya melalui ayahnya dan dengan demikian si calon ibu ini pun harus menjalaninya pula. Lalai melakukan upacara itu konon menyebabkan yang bersangkutan atau salah seorang anggota kerabat dekat “dipingit”. Sebagai akibat peristiwa “pemingitan” itu proses kelahiran berjalan lambat. Baca entri selengkapnya »

Komentar (21) »