Permasalahan Guru Sejarah

Pelajaran Sejarah merupakan salah satu mata pelajaran yang dipelajari siswa di jenjang pendidikan formal mulai dari tingkat SD (walaupun hanya garis kecil nya saja ) sampai pada SMA bahkan pada perguruan tinggi tidak terlepas dari pelajaran Sejarah . Hal ini menunjukkan bahwa Sejarah memegang peranan yang penting dalam Pendidikan di Indonesia.

Pembelajaran Sejarah diharapkan berakhir dengan sebuah pemahaman siswa akan perkembangan sejarah yang dinamis dari masa ke massa Pemahaman siswa yang dimaksud tidak sekedar memenuhi tuntutan tujuan pembelajaran Sejarah secara umum saja, namun diharapkan muncul ‘ efek iringan ‘ dari pembelajaran tersebut.

Dalam pengajaran Sejarah , guru lebih banyak menyampaikan materi pelajaran sesuai dengan buku yang dipegang . Sementara dalam pembelajaran Sejarah siswa mendapat porsi lebih sedikit daripada guru., bahkan guru ‘harus‘ dominan dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam kegiatan pembelajaran, seharus nya antara siswa dengan guru harus saling menunjang agar tidak terjadi suasana kelas yang fasif. Siswa hanya jadi pendengar dan belum tentu siswa dapat menankap makna dan manfaat dari apa yang telah dipelajari. Karna itu guru sejarah dituntut untuk mencari pendekatan pembelajaran yang bisa membangkitkan motivasi belajar siswa, dan untuk siswa diharapkan untuk lebih giat menggali dan memahami konsep-konsep dalam pelajaran sejarah, hal ini dimaksudkan agar siswa tidak jenuh dalam menerima dan mengikuti proses belajar mengajar Sejarah . Tetapi sayang nya belum banyak guru yang menemukan strategi yang jitu dalam penyampaian pelajaran ini Dan sampai saat ini predikat “Membosankan “ masih ada pada pelajaran Sejarah.

Salah satu factor yang mungkin sebagai penyebab rendahnya hasil belajar siswa adalah bahwa perencanaan dan impementasi pembelajaran yang dilakukan oleh para guru Sejarah tampaknya masih dilandasi dengan metode ceramah . Meskipun mungkin telah dicoba beberapa pendekatan, metode ini masih dominan. Kondisi pembelajaran Sejarah seperti ini akan menimbulkan kebosanan bagi siswa, siswa tidak dapat melihat hubungan antar materi pelajaran yang telah dipelajari dengan materi berikutnya , ini diperparah dengan sikap guru yang tidak pernah mengingatkan kembali siswa tentang hal tersebut dan terus melanjutkan materi tanpa mamperhatikan apakah siswa pada umumnya telah memahami materi yang diberikan sehingga pelajaran Sejarah menjadi tidak menarik, tidak disenangi, membuat mengantuk dan dengan sendirinya pelajaran Sejarah akan terasa sangat membosankan. Dengan demikian sebagai konsekuensinya, hasil belajar yang dicapai siswa belum sesuai dengan harapan.

3 Tanggapan sejauh ini »

  1. 1

    Tony berkata,

    iya juga kayaknya soal kalo udah pelajaran itu perasaan jadi gimana gitu :)
    aniwei salam kenal ya mbak

  2. 2

    My Imagine berkata,

    Makanya guru sejarah harus pintar berinovasi, ciptakan model-model sendiri ga berkutat dengan buku teks lagi.
    perlu diperhatikan juga sejarah sudah hampir di hapuskan di mata pelajaran SMP, bagaimana untuk memperjuangkan hal tersebut.

  3. 3

    Wahh..kalau ini sih bukan semata permasalahan guru Sejarah. Sama aja kaya masalah ku mengajar matematika. Bahkan mungkin inilah potret permasalahan guru di Indonesia.

    Salam kenal ya, Dik Asmia Ulfah…ntar mampir dong ke blog reotku di Kandangan. he..he..he


RSS Komentar · URI Lacak Balik

Ungkapkan pendapat Anda