Untuk mewujudkan proses belajar mengajar yang lebih bermakna dengan hasil prestasi siswa yang tinggi, guru harus kreatif dan inovatif dalam mengembangkan strategi pembelajaran. Kegiatan pembelajaran dirancang sedemikian rupa untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar siswa, siswa dengan guru, lingkungan dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompentensi dasar. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan strategi pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada siswa. Pada proses belajar mengajar di sekolah, sebagian besar guru masih mendominasi proses mengajar belajar dengan menerapkan pendekatan pembelajaran konvensional dan metode utama.
Pada umumnya guru yang memegang mata pelajaran Sejarah memulai pembelajaran, langsung pada pemaparan materi, kemudian Sedikit bercerita dan selanjutnya mengevaluasi siswa melalui latihan soal. Siswa menerima pelajaran secara pasif dan bahkan hanya menghafal tanpa memahami makna dan manfaat dari apa yang dipelajari. Karna kebiasaan seorang guru yang seperti itu sehingga menyebabkan anak murid seringkali jenuh dalam menjalani proses belajar mengajar. Apalagi banyak lagi faktor lain misalnya keadaan kelas yang tidak nyaman dan suhu udara yang kadang-kadang sangat panas.
Akibatnya prestasi belajar di sekolah masih relative rendah dan tidak mengalami peningkatan yang berarti. Seiring diberlakukannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan diharapkan guru dapat meningkatkan prestasi siswa dengan berkreasi dan berinovasi menggunakan berbagai macam strategi pembelajaran yang berkembang saat ini.











