Kesenian Banjar

Salah satu unsur kebudayaan adalah kesenian. Pengertian kesenian menurut Umar kayam dalam bukunya Seni Tradisi Masyaraat adalah salah satu unsur yang menyangga kebudayaan. Sedangkan Kesenian dalam buku Sub Tema Sejarah Kesenian adalah dalam arti luas ,kesenian dapat menyangkut juga segala segala produk kebudayaan hasil peradapan manusia (Depdikbud,1990:117). Jadi kesenian merupakan karya budaya yang mengandung nilai-nilai keindahan hasil dari peradaban manusia.

Menurut Koentjaraningrat dalam bukunya Pengantar Ilmu Antropologi ,dipandang dari sudut cara kesenian sebagai ekspresi hasrat manusia akan akan keindahan itu dapat dinikmati,maka ada dua lapangan besar ,yaitu (1) seni rupa, kesenian yang dapat dinikmati dengan mata , dan (2) seni suara, kesenian yang dinikmati oleh manusia dengan telinga. Ditinjau dari garapannya ada lima cabang seni yaitu Seni Rupa, seni Sastra, Seni Tari, Seni Teater, dan Seni musik.Ada yang mengklasifikasi seni pertunjukan yakni seni tari, seni musik dan seni sastra.

Di dalam sejarah kebudayaan manapun tentu ada memuat tentang sejarah kesenian.Sejarah kebudayaan orang banjar tidak lepas dari sejarah keseniannya. Sejarah kebudayaan banjar berhubungan dengan sejarah perkembangan masyarakat Banjar, yang berawal dari adanya pembauran etnik Melayu sebagai etnik dominan. unsur Melayu sangat dominan dalam bahasa Banjar, demikian pula dengan kesenian Banjar yang merupakan hasil asimilasi dari pengaruh social politik dalam kurun waktu yang sangat lama. Dimulai dari kesenian zaman prasejarah saat manusia hidup di gua-gua. Walaupun kesenian pada zaman ini sulit untuk dijelaskan karna hanya merupakan penafsiran manusia dilihat dari gambar-gambar atau lukisan yang ada pada dinding gua. Jadi disimpulkan bahwa pemikiran orang-orang zaman prasejarah masih sederhana, kesederhanaan pemikiran tersebut dapat dilihat pada etnis Dayak sekarang. Seperti penggambaran lambang atau simbol yang bersifat magis-religius.untuk seni tari, seni suara, ragam rias dan lainnya hanya untuk tujuan yang mengandung nilai magis-religius berkaitan dengan konsep kepercayaan yang mereka anut berhubungan dengan alam arwah, mitologi, dan kosmologi.semua hal tersebut dapat kita lihat pada saat upacara Aruh ganal pada masyarakat bukit Loksado.

.Kesenian pada zaman Hindu Budha diceritakan dalam buku “Urang Banjar dan Keseniannya “, besar kemungkinannya pendatang yang berasimilasi itu masih menubuh kembangkan kesenian, melayu. Ketika Tanjug Puri lenyap maka tumbuh kerajaan Negara Dipa yang dibantu oleh orang-arang Jawa dari kediri utara. Kebudayaan Jawa dalam kehidupan masyarakat istana dan sekitarnya berpadu dengan kebudayaan melayu dan kebudayaan Maanyan,akan tetapi karena keraton Negara Dipa lebih mendominasi adat tradisi Budaya Jawa, maka masyarakat sekitar juga dipengaruhi hal yang demikian.

Kesenian-kesenian yang ada mulai ada pada zaman Hindu Budha mulai beragam karna mulai membaurnya bangsa melayu dengan penduduk sekitar yang terdiri dari suku-suku Maanyan, Lawangan dan bukit. Kesenian yang ada diantaranya sebagai berikut:

  1. Seni Rupa

    1. Seni Bangunan

    2. Seni Arca

    3. Seni Ukir

    4. Seni Lukis

2. Seni Sastra

  1. Sangiang Gantung

  2. Intingan dan Dayuhan

  3. Ular Dandang

  4. Batu Balah Batu Batangkup

  5. Sandah Gelar Puteri Ambang Kapas

  6. Kisah Batu Benawa

    1. Seni Teater

      1. Wayang Kulit

      2. Wayang Wong

      3. Dalang Topeng

    2. Seni Musik dan Seni Suar

    3. Seni Tari

Tari baksa mempunyai beragam nama seperti baksa panah, baksa dadap, baksa tumbak, baksa tameng, baksa kanter, baksa kupu-kupu, diiringi oleh gamelan empat puluh orang.

Kemudian pada saat kebudayaan islam secara perlahan tumbuh, tradisi lama dilanjutkan dan budaya lama yang tidak bertentangan dengan islam secara tradisi tetap dipertahankan.

Kesenian-kesenian yang berkembang pada zaman islam adalah sebagai berikut:

1. Seni Rupa

Tentang seni rupa pada zaman Islam, terutama pada masa kerajaan Banjar dan seterusnya konsep-konsep kepercayaan lama yang terdapat dalam kaharingan (kaharingan dan Sulawesi)terdapat pula dalam wujud seni bangun dan sarana rumah diam dan mesjid orang banjar.

a. Seni Bangunan

b. Seni Arca

c. Seni Ukir

d. Seni Lukis

e. Seni Motif Anyaman

2. Seni Sastra Lisan

Seni sastra lisan ini bisa dikategorikan juga sebagai teater Tutur yakni teater yang dituturkan oleh sang pelaku atau menceritakan suatu kisahan yang berstruktur dari awal. Pertengahan menuju pada ketegangan atau klimaks hingga ending. Penuturan dalam menyampaikan kisahan, dengan menggunakan kemampuan vokal,dalam menampilkan suara dan ekspresi watak-watak yang menjadi pendukung cerita. Bisa terwujud dalam lagu, dalam dialog dan didukung pula dengan alat peraga atau alat musik.

  1. Dundam

  2. Lamut

  3. Andi-andi

  4. Bapandung

  5. Madihin

  6. Basyasyairan

  7. Bapapantunan

    1. Pantun Anak-anak

    2. Pantun Anak Muda

    3. Pantun Orang Tua

Menurut banyak baris pada satu koplet, pantun banjar juga mempunyai pantun biasa, pantun kilat, pantun berkait, dan pantun talibun.

      1. Seni Musik

  1. Gamelan

  2. Terbang Haderah

  3. Terbang Ampat

  4. Terbang Lamut

  5. Terbang Madihin

  6. Musik Suling

  7. Musik Japin Gambus

  8. Musik Kurung-kurung Hantak

  9. Musik Kintung

  10. Musik Main Kuntau

4. Seni Suara

a. Sinden

b. Lagu Dundam

c. Lagu-lagu Bajapin

d. Lagu Basyasyairan

e. lagu Tirik dan Gandut

f. Lagu Pariuk

g. Lagu Ba-ahui

h. Lagu Badudus

i. lagu-lagu Damarutan

5. Seni Tari

a. Tari baksa dan Topeng

b. Tari Rudat

c. Tari Sinoman Haderah

d. Tari Semi Klasik

e. Tari Basisingaan

f. Tari Bagandut

g. Tari Japin Sigam

h. Tari Payung Kambang

6. Seni Teater

Seni teater salah satu kesenian jenis banjar, istilah teater dalam arti seni pertunjukan adalah istilah yang baru bagi urang banjar. Dan teater ini hanya dikenal oleh kalangan masyarakat perkotaan yang terpelajar yang senter disebut-sebut sejak tahun 1980-an. Sebelumnya ditahun 1950-an lebih dikenal dengan istilah sandiwara kemudian menyusul istilah drama.

  1. Teater Wayang Kulit

  2. Teater Wayang Gung

  3. Teater Abdul Muluk Cabang

  4. Mamanda

  5. Teater Tari Topeng

  6. Teater Tari Kuda Gipang Carita

Di tulis oleh Asmia Ulfa

About these ads

4 Tanggapan so far »

  1. 1

    hey..miou..miou…!!
    kesenian banjar yang sangat beranekaragam sungguh aset daerah yang menguntungkan di lihat dari segi budayanya. tapi yang jadi pertanyaan sekarang di mana kesenian kita yang kaya sekarang. membudayakannya yang kurang. padahal dari segi kesenian daerah kita tidak kalah kaya dengan daerah lain.


    Hidupppppppp KESENIAN KAL-SEL…..!!!!!!!!!!!

  2. 2

    soulharmony said,

    urang banjarkah gabung komunitas kami pank (kayuhbaimbai.org atau blog.banjarbaru.org)

    chandra (085251534313)

  3. 3

    Wah, untung besar nih aku buka situs ini, kebetulan aku lagi mengumpulkan bahan untk menyempurnakan bukuku yang sudah lama terbit (2001) yaitu Mengenal Sastra Banjar Hulu (diperbaharui 2009 ini) boleh aku ngutip baahn situs ini ?

  4. 4

    variasi JIP said,

    apa yang di maksud dengan seni itu


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: